Cerita Koe

Cantiq, hanya tersenyum manis saat wajahnya bertatapan dengan seorang lelaki yang baru sekali bertemu saat di warnet kemarin. “Hai …. Pa Kabar?? Suara lelaki itu terdengar ramah menyapa cantiq. “Baik ….Jawab Cantik dengan wajah tersenyum malu kemerahan”.
“Mau kemana??? kok, kayak buru-buru banget.
“Iyah nih, mau les bahasa inggris padahal dah telat nih…
“Ya udah ikut bareng aza, saya anterin …

Dengan tanpa pikir panjang, cantiqpun ikut bersamanya dan merekapun bercanda, tertawa, namun cantiq merasa ada yang kurang sreg, karena cantiq belum tahu nama yang mengajaknya pergi bareng ke tempat les. “Eh, sorry, kita lom kenalan, nama kamu sapa?? Riandy… panggil Rian atau riandy juga ngga apa apa, yang enak di denger aza, asal jangan panggil tukul az, nanti ada yang kesaingan lagi he he he. Namaku Cantiq….”sambil menjulurkan tangannya, dan sedkit tersenyum kecil ….

Hari berganti hari, kesibukan Cantiq membuat dirinya tak pernah meluangkan waktu untuk bergaul bersama teman-temannya, Ia hanya berpikir, Gimana Ia bisa masuk sekolah yang bagus, kemadirian yang sudah ditanamkan orang tuanya sejak kecil menjadikan dirinya tak takut bersekolah jauh.
Tok … tok … tok … Cantiq … udah tidur belom ???? ketukan pintu mengagetkan cantiq yang sedang serius mengerjakan PR- B. Inggrisnya yang musti di kumpulkan besok.
“Iya .. Imas…. tunggu bentar…!!! Cantiq berjalan dengan malasnya membuka pintu rumahnya.
“Ada apa Imas, tumben nih!!!
“Sorry aku ganggu kamu nih, aku perlu bantuanmu, kamu kan pinter ngerjain tugas B. Inggris, aku bingung nieh , Ngga ngerti.
“Ya udah masuk, kamu sama siapa????
“Sendiri, Imas yang Nyelenong Masuk …!!

Malam yang Indah
Bintang-bintang menari dengan Klipnya
Ratu malam menghias dengan keanggunannya
Awan putih berkejaran dengan eloknya
Kunang-kunang menghiasi lampu rerumputan
alang-alang berdansa bersama tiupan angin
Suara Jengkrik bersiulan dengan merdunya

“Riandy …Rian makan dulu!”
Suara mamahnya memamnggil, Riandy yang sedang duduk dijendela memandangi langit yang indah spontan langsung menjawab panggilan mamahnya. “Iya mah… bentar”. Riandy yang sangat menyukai keindahan malam, malam-malamnya dijadikan teman kerinduannya pada Bintang-bintang.
Seperti biasa Riandy pergi bekerja sebelum dirinya pergi kuliah, harinya ia lakukan demi masa depan dirinya, Riandy lelaki yang sederhana, namun ia memiliki keinginan yang keras, dimana Riandy harus menopang dirinya dan juga adik-adiknya, Kuliah pun Ia biayai sendiri dari hasil kerjanya, gajinya Ia sisihkan di Bank, dan terkadang Ia kasihkan kepada adiknya.
“Hallo Riyan …..!!! Tepukan perempuan di pundaknya mengagetkan,
”Hai ….!!! Wajahnya sangat tak asing bagi Riyand,
“Cantiq …..(Riyan yang langsung menyalami tangannya)
“Baru pulang sekolah yah, kemana saja??Kok baru kelihatan.
“Iyah nih sekarang sibuk belajar mau Ujian Nasional.
“Eh… ada yang kosong??? mau nyari tugas nih ….. nyari artikel terus di kirim ke mailnya Guru!
“O…ada di Komputer No. 8!” jawab Riyand sambil nunjuk komputer di jajaran sebelah timur.
Suasana warnet yang rame, terkadang Riyand kewalahan memberikan pelayanan, namun bagi Riyand resiko bagi penjual jasa adalah melayani tamunya dengan keramahan, itulah yang harus ditanamkan. Pepatah mengatakan “Tamu adalah raja” dimintakan bikin mail, ngeprint, atau dimintakan nyari sebuah artikel, Riyan tetep memberikan senyuman manis kepada pelanggannya, namun Riyanpun terkadang merasa kesel kalo Komputernya sudah mulai ngadat, ngehang atau jaringan internetnya terputus.
“Riyand ….!!! Boleh minta tolong??? Suara Cantiq terdengar lembut ditelinga Riyand
“Boleh, kenapa?? ada masalah?”
“Kalo, mau ngirimin artikel lewat mail gimana ya???
“O.. cantiq copy aja dulu terus cantiq paste di kotak mail, terus tinggal send.
“Oo Gitu yah, makasih ya”
“Ya sama-sama, kalo perlu bantuan, bilang aza!! ya nanti Riyand bantu
Jam 12.30 an Riyand sudah harus berangkat ke Kampus, namun yang kebagian Sip siang belum kelihatan batang hidungnya, Riyand sangat kebingungan, dan merasa cemas kalo temannya takut terjadi apa-apa, di sms pending, di telepon pun mailbox.
“Waduh aku bisa terlambat nieh ke kampus” (bisik hati Riyand dalam hatinya)
“Riyand, kamu kenapa?? Sapa Cantiq ..
“Aku harus pergi kuliah nih, cuman temenku belum dateng!!
“Udah kamu telepon??
“Udah cuman mailbox terus.
Disela percakapannya Riand sama Cantiq terlihat di luar temenya senyum-senyum, dan acapkali berkata dan langsung bersalaman sama Riyand. “Sory, ban motorku kempes, jadi nambal dulu deh. He he he …
“Ya udah Riyand langsung berangkat, ya Brow!!
“Yoi, hati-hati, lo jangan ngebut, kemarin ada yang nabrak angsa langsung mati lo…
“Hah!! cuman nabrak angsa langsung mati. (Riyand tercengang keheranan)
“Heeuh, nabrak angsa, cuman dari pas jatuh, kelindes Mobil tronton, mas …
“Ha ha ha … tawa Riand cengengesan
“Eh bilangin sama Agung motornya Riyand pinjam.
Riyand pun bergegas pergi ke kampus, dan tak lupa Riyand juga pamitan sama Cantiq, yang lagi serius pandangi monitor!! Cantiq, Riyand tinggal dulu ya, kalo ada apa apa bilang aja ke temen Riyand…
“Dah jinak ko, ngga gigit …. he he he
“Apa sih Riyand …(sambil nyubitin Riyand kesel)
“Iyah, hati-hati ya Riyand.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.